June 30, 2007

Bersyukur itu ternyata tidak gampang

Tulisan ini ‘diilhami’ oleh beberapa kejadian dan beberapa tulisan rekan saya di blog mereka.

Saya sedang berada pada kondisi dimana mendapatkan indeks 8 dari 10 adalah sebuah anugerah luar biasa. Oleh karena itu, saya sempat merasa kesel saat seseorang menyatakan bahwa indeks tersebut adalah ‘mimpi buruk’, ‘kutukan’, dan lainnya. Huff! Ga tau bersyukur! Demikian pikir saya waktu itu.

Tapi tunggu dulu. Saya ternyata juga pernah menjadi orang yang menganggap indeks tadi adalah sebuah failure: sebuah kegagalan. Lantas, kenapa sekarang tiba – tiba saya menganggap indeks tersebut sebagai anugerah? Kenapa tiba – tiba saya menganggap orang lain yang menyatakan indeks tersebut sebagai failure adalah orang yang tidak bersyukur?

Setelah melewati beberapa rapat kaderisasi barulah jawabannya saya temukan. Ah, ternyata! Rupanya, biasanya kita memang tidak segampang itu mensyukuri hal – hal yang sederhana. Kita tidak biasanya mensyukuri hal – hal yang kita dapat secara mudah. Jika Anda terbiasa mendapat angka 9 atau angka 10 dengan mudah, angka 8 bagi Anda adalah suatu kegagalan. Jika Anda terbiasa setiap hari makan enak, tiga kali sehari, maka saat Anda harus makan dua kali sehari maka Anda pasti akan mengeluh. Kita biasanya merasakan nikmat justru saat nikmat itu telah terambil dari kita. Kita tidak terbiasa mensyukuri hal – hal yang mudah kita dapatkan.

Pada rapat kaderisasi, biasanya momen pelantikan atau penutupan senantiasa dibuat untuk menjadi sesulit mungkin. Bukan sekali dua kali saya mendengar alasan, “Ya supaya biar kerasa susah masuk himpunan! Sesuatu yang didapat dengan susah akan susah juga dilepaskan!” Ah, iya, iya. Kita memang masih terlalu buta untuk mensyukuri hal – hal yang tidak perlu susah – susah kita dapatkan. Udara pagi yang kita hirup, cahaya matahari, kesempatan untuk kembali bangun pagi ini, semuanya adalah hal – hal yang tidak kita rasakan sebagai nikmat lagi. Kesempatan bersekolah, kiriman seadanya dari orang tua, hingga nilai yang kadang sebenarnya memang sesuai dengan usaha kita, seringkali kita keluh kesahkan seolah kita memang deserve to get more.

Bersyukur memang sulit. Apalagi untuk mensyukuri hal – hal yang sederhana. Hal – hal yang sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Makanya saya sangat suka pada beberapa lagu yang menurut saya ‘penuh rasa syukur’:

“Every day is a new day,
I’m thankful for every breath I take
I won’t take it for granted..” (dari lagu Alive oleh POD)

keren kan? Setiap hirup nafas yang ditarik adalah hal yang patut kita syukuri dan tidak sepantasnya kita buang percuma. Atau syair lagu lainnya,

“What you don’t have you don’t need it now” (dari lagu Beautiful Day oleh U2)

keren ya? Syukuri saja apa yang kamu punya karena apa – apa yang tidak kamu miliki pasti belum kamu butuhkan. Toh, Tuhan tahu kamu perlu apa. He gives what you need, not what you want. Syair yang sangat tepat untuk jika suatu saat kita telah bekerja keras meraih sesuatu dan mendapat hasil yang tidak seperti kita harapkan. (Dan sebaiknya syair ini jangan dibaca oleh para pemalas, nanti jadi alasan, “ya kalo gw ga milikin kan berarti gw ga butuh, ngapain gw capek2 usahain?”)

Sekarang saya sedang membayangkan sebuah acara pelantikan yang tidak harus ’sangar’, tidak harus ‘keras’, tidak harus ’susah’. Saya sedang membayangkan sebuah acara pelantikan yang ‘hangat’ namun ‘khidmat’. Bisa ga ya? Apa kita masih harus ikut paradigma lama, “kalo dapetnya susah, ngelepasnya juga bakal susah” ? Saya justru sedang berpikiran bahwa jika untuk masuk ke suatu tempat sedemikian susahnya maka saat sudah masuk maka orang akan berpikir bahwa itulah garis finish-nya. Padahal seharusnya pelantikan adalah garis start untuk terus berkarya dan mengembangkan diri di himpunan. Entah pandangan mana yang benar.

Oiya, sedikit OOT, oleh karena pemikiran ini juga akhir - akhir ini saya berpikiran bahwa teks lagu yang paling romantis adalah lagunya Aerosmith:

“Every time I spend with you is the moment I treasure”

Phew! Butuh interaksi bertahun – tahun dan kecintaan yang tulus untuk akhirnya bisa mengatakan kepada seseorang bahwa setiap waktu yang kita habiskan bersama dia adalah saat – saat yang luar biasa berharga, adalah saat – saat yang kita syukuri. Hebat lah kalau ada yang bisa bilang begini ke orang lain.

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://menulisitusehat.blogsome.com/2007/06/30/bersyukur-itu-ternyata-tidak-gampang/trackback/

  1. betul boss…bahkan air putih yang setiap hari kita minum pun banyak yang kurang bersyukur atasnya..

    btw, masukin ke daftar link dong…hehe

    Comment by tyo — July 1, 2007 @ 3:16 am

  2. Saya sedang berada pada kondisi dimana mendapatkan indeks 8 dari 10 adalah sebuah anugerah luar biasa. Oleh karena itu, saya sempat merasa kesel saat seseorang menyatakan bahwa indeks tersebut adalah ‘mimpi buruk’, ‘kutukan’, dan lainnya. Huff! Ga tau bersyukur! Demikian pikir saya waktu itu.

    Ahahaha… Disindir euy… Tapi whatever lah… Emang kenyataannya saya tidak dan memang tidak mensyukuri hal tersebut :)

    Comment by Zakka Fauzan Muhammad — July 1, 2007 @ 9:26 am

  3. Oh ya satu lagi…

    Setiap orang pastinya punya standarnya masing-masing, makanya sangat mungkin ada 2 orang meraih hasil yang sama, dengan yang satunya bersyukur dan yang satunya justru kecewa… Mungkin kamu memasang standar yang terlalu rendah untuk diri kamu sendiri :)

    Comment by Zakka Fauzan Muhammad — July 1, 2007 @ 9:34 am

  4. New Radical - You Get What You Give. Kalo gue suka banget sama lagu ini.
    Mean, kalo gue dapet 8 skala 10 berarti gue emang cuma give 8, so i deserve 8. Hahhaha

    Comment by ika — July 3, 2007 @ 4:20 am

  5. kita emang mesti sering2 bersyukur..
    cuma seringkali manusia merasa gak pernah puas dengan yang didapat.. manusiawi sih.. tetapi ada banyak hal yg membuat kita harus dan harus mensyukuri apa yg kita dapat..

    acara pelantikan itu emang gak mesti sangar.. gak mesti keras.. yang penting adalah berkesan.. jadi tergantung bagaimana kita mengemas nya..
    selaen itu.. perlu juga mengemas setelah hari-H pelantikan tersebut..
    ;-)

    Comment by oRiDo — July 4, 2007 @ 10:28 am

  6. wii.. tanggepan terbanyak sejauh ini di blog saya.

    @ tyo: iya tyo, itu bingung pisan dengan manajemen link nya si blogsome, lebih enak blogger. masih blom sempet diurus

    @ ika: hehe, boleh coba denger lagunya tuh

    @ zakka: hmm, sudut pandang yg menarik…

    @ orido: wah, mas ini yg mana ya? di blognya pun saya masih belum bisa menemukan identitas asli si mas orido. salam kenal kalo gitu.

    Comment by qbl — July 4, 2007 @ 12:19 pm

  7. Kalau mau hidupnya bahagia ya harus bersyukur. Lebih bahagia mana, orang yang bersyukur ketika mendapat segelas air putih atau orang yang menggerutu ketika hanya mendapat segelas air putih?

    Comment by adhisimon — August 1, 2007 @ 12:03 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer