ITB Goes To School
Barusan ada tamu spesial datang ke himpunan. Ketua OSKM ITB 2007, Agung namanya. Mas Agung ini ternyata pingin silaturahmi dengan himpunan - himpunan terutama untuk mensosialisasikan perkembangan OSKM sejauh ini.
Berceritalah mas Agung ini tentang konsep OSKM yang baru nanti. OSKM 2007 nanti rencananya hanya memberi penekanan kepada dua hal : pengenalan kehidupan kampus dan pengenalan falsafah - falsafah kemahasiswaan. Sampai titik ini saya setuju. Saya tidak terlalu peduli bagaimana metode OSKM nanti, yang terpenting adalah falsafah - falsafah ini disampaikan. Sejujurnya, karena OSKM 2004 lah saya akhirnya beraktivitas seperti ini. Saya waktu itu tergugah banget dengan hal - hal seperti: Iron Stock, Agent of Change dan Guardian of Value. Intinya sih, falsafah - falsafah itu yang membuat saya waktu itu berani bilang: OS saya bukan perploncoan, OS saya tidak dangkal!
Selanjutnya Agung menanyakan pendapat saya, "ada ide ga soal pengabdian masyarakat di OSKM nanti bentuknya gimana?" Akhirnya terlintas di benak saya tadi ide ini:
ITB Goes To School!!
Apa tuh?
Dasarnya adalah mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakatnya (ide yang sejak lama ditanamkan di kampus tercinta ini, konon ide aslinya dari Bung Hatta). Nah, untuk bisa mengabdi ke masyarakat kan sebaiknya melalui keprofesian kita. Masalahnya, mahasiswa baru bisa apa? Baru juga masuk ITB, belum punya ilmu keprofesian apa - apa.
Lantas terpikir oleh saya, kan himpunan - himpunan pasti pernah punya program pergi ke sekolah. HMIF sendiri tahun lalu pernah mengadakan "HMIF Goes To School" . Nah, kenapa tidak kita buat acara seperti itu bareng - bareng. Kita list saja, ada berapa sekolah dasar di Bandung. Lalu kita konsep kunjungan ke sekolah tersebut seperti apa. Bagi - bagi buku kah, bantuan memperbaiki fasilitas sekolah kah, ikut mengajar adik - adik SD kah, atau kombinasi dari semuanya. Semua inisiasi dilakukan oleh kita: himpunan - himpunan dan mungkin unit - unit. Dari mulai tujuan, konsep acara, target sekolah, hingga perizinan ke sekolah - sekolah yang dituju. Setelah itu, saat teman - teman 2007 datang mereka bisa mengeksekusinya dengan lancar. Katakan kita punya daftar 100 sekolah, kita distribusikan saja 3000 teman - teman 2007 ke seratus sekolah tadi. 27 HMD dan 70 sekian Unit masa’ tidak bisa menginisasi acara ke 100 sekolah?
Kenapa saya ngotot harus ada bentuk nyata pengabdian masyarakat di OSKM? Kenapa tidak cukup hanya dengan penyampaian materi saja? Karena menurut saya, pengabdian masyarakat di kemahasiswaan adalah tentang melatih kepekaan sosial: melatih sense. Sama seperti naik sepeda, Anda tidak bisa belajar naik sepeda dengan hanya diceritakan saja. Anda harus benar - benar naik dan kemudian jatuh, naik lagi dan kemudian jatuh lagi, dan setelah berulang kali jatuh Anda baru bisa mengendari sepeda. Sense Anda telah terlatih setelah sekian kali latihan tadi. (Oleh karena itu hingga hari ini saya tidak bisa naik sepeda: tidak pernah berlatih!)
Demikian pula menumbuhkan kepekaan sosial ini. Anda tidak bisa hanya bercerita, "Adik - adik, di negara kita ini banyak orang miskin lho…, banyak musibah…, banyak bla bla bla" dan kemudian berharap selepas lulus nanti mereka akan menjadi teknokrat yang peduli pada masalah bangsa. Beri mereka teori sedikit saja, beritahu masalah bangsa ini (yang sudah terlalu banyak itu). Lantas ajak mereka untuk mencoba ikut membantu mengatasi masalah meskipun hanya sepotong kecil dari bagian besar masalah bangsa ini. Yang terlintas oleh saya adalah kemudian masalah pendidikan. Potongan kecil yang saya ambil: pendidikan dasar di kota Bandung.
Kita, apalagi mahasiswa baru, bukan pakar pendidikan memang. Makanya, tentu saja solusi yang kita tawarkan tidak akan lengkap, kontinu dan sangat berkualitas. Namun apa salahnya, dengan apa yang kita punya, kita latih kepekaan kita dengan terjun kesana. Mencoba memberi sebanyak yang kita punya (meskipun itu pasti sedikit).
Oleh karena itu, diakhir obrolan kami saya meminta mas Agung ini untuk benar - benar memikirkan soal ide ITB Goes To School ini. Ide detilnya kita pikirkan lagi bareng - bareng lah. Insya Allah saya bantu. Nanti usulan yang lebih matang lagi akan saya tulis dalam bentuk draft acara dan saya berikan ke panitia OSKM 2007 lah. Semoga bermanfaat.

Good idea…
Masalahnya? Emang OSKM 2007 bakalan sah? Boleh? Hwehehehe… Kalo ‘tarung’ lagi ama rektorat, kemungkinan jumlah peserta OSKM gak jauh2 jumlahnya ama OSKM 2006…
Comment by Zakka Fauzan Muhammad — June 3, 2007 @ 7:00 am
ide memang biasanya tak datang jauh2. Ya, nggak? haha..
Halo, Bel!
Comment by ika — June 5, 2007 @ 5:12 am
@ Zakka: ya masa’ iya dengan format gini ga boleh. masih optimis nih bahwa OSKM 2007 bakal legal
@ Ika: halo juga!!
Comment by qbl — June 5, 2007 @ 11:23 am